Cite This        Tampung        Export Record
Judul Memanen air dengan embung / Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Pengarang PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN
Penerbitan Bogor : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, 2018
Deskripsi Fisik viii + 104 hlm. :il. ;17,5 x 25 cm.
ISBN 9786023220281
Subjek Drainase Pertanian : Konservasi Air
Abstrak Air adalah sumber kehidupan. Sekitar 80—90% zat penyusun makhluk hidup pun berupa air. Sumber air beragam, di antaranya dari presipitasi atau hujan, mata air, dan air bawah tanah. Sumber air yang kurang termanfaatkan dan kerap terbuang adalah air hujan. Indonesia sebagai negara tropis memiliki curah hujan tinggi, rata-rata 2.000—3.000 mm per tahun. Jumlah itu kerap terbuang karena kurang optimalnya penampungan air. Andai setiap tetes air hujan itu termanfaatkan, tentu irigasi untuk pertanian bisa lebih optimal, mengingat banyak daerah pertanian di Indonesia berupa lahan tadah hujan. Salah satu kiat yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan air hujan adalah menampungnya, agar kelebihan air pada musim hujan bisa digunakan pada musim kemarau. Embung bisa menjadi pilihan sebagai alat penampung air. Tidak hanya air hujan, sumber air potensial lain seperti air sungai, air parit, suplesi air irigasi, hingga air dari mata air pun bisa ditampung di embung. Tahapan pembuatan embung meliputi proyeksi kebutuhan air, ana
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Tidak diketahui / tidak ditentukan

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
862.1 631.6 : 631.7 PUS m Dapat dipinjam Perpustakaan BPTU-HPT Sembawa - Ruang Baca Umum Tersedia
862.2 631.6 : 631.7 PUS m Dapat dipinjam Perpustakaan BPTU-HPT Sembawa - Ruang Baca Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000968
005 20260630114043
007 ta
008 260630###########################0#ind##
020 # # $a 9786023220281
035 # # $a 0010-0626000013
082 # # $a 631.6 : 631.7
084 # # $a 631.6 : 631.7 PUS m
110 2 # $a PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN
245 1 # $a Memanen air dengan embung /$c Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
260 # # $a Bogor :$b Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian,$c 2018
300 # # $a viii + 104 hlm. : $b il. ; $c 17,5 x 25 cm.
520 # # $a Air adalah sumber kehidupan. Sekitar 80—90% zat penyusun makhluk hidup pun berupa air. Sumber air beragam, di antaranya dari presipitasi atau hujan, mata air, dan air bawah tanah. Sumber air yang kurang termanfaatkan dan kerap terbuang adalah air hujan. Indonesia sebagai negara tropis memiliki curah hujan tinggi, rata-rata 2.000—3.000 mm per tahun. Jumlah itu kerap terbuang karena kurang optimalnya penampungan air. Andai setiap tetes air hujan itu termanfaatkan, tentu irigasi untuk pertanian bisa lebih optimal, mengingat banyak daerah pertanian di Indonesia berupa lahan tadah hujan. Salah satu kiat yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan air hujan adalah menampungnya, agar kelebihan air pada musim hujan bisa digunakan pada musim kemarau. Embung bisa menjadi pilihan sebagai alat penampung air. Tidak hanya air hujan, sumber air potensial lain seperti air sungai, air parit, suplesi air irigasi, hingga air dari mata air pun bisa ditampung di embung. Tahapan pembuatan embung meliputi proyeksi kebutuhan air, analisis kapasitas tampungan, analisis daerah aliran sungai dan curah hujan, penghitungan debit banjir rencana, perencanaan spillway atau pelimpah, dan teknik pembuatan embung. Untuk manajemennya perlu memerhatikan konservasi dan manajemen air dengan melihat lingkungan sekitar embung, sehingga pemanfaatan embung optimal. Buku ini memuat informasi mengenai teknik memanen air dengan embung dan kisah sukses petani dan masyarakat berkat kehadiran embung. Selain sebagai sumber air irigasi, embung juga berperan sebagai sumber air untuk ternak, air bersih, dan juga sebagai tempat wisata.
650 # 4 $a Drainase Pertanian : Konservasi Air
990 # # $a 862/H/B.1/8/2025
990 # # $a 862/H/B.2/8/2025
Content Unduh katalog