<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000000292</controlfield>
  <controlfield tag="005">20210504113923</controlfield>
  <controlfield tag="008">210504|||||||||   |   |||   |||| ||   | </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0852-9612</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="0">010-0521000028</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">id</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Veterinary Medicine</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Istiyaningsih</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Maria Fatima Palupi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Neneng Atikah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Sarji</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Ernes Andesfha</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">MEUTIA HAYATI</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Nurhidayah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Deden Amijaya</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Sri Arofah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Dina Kartini</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Joen Firmanta P.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Novy Rianti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Siti Komariyah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="0" ind2="0">
   <subfield code="a">Isolasi Escherichia coli dan Deteksi Gen Mobilized colistin resistance (mcr)-1 pada escherichia coli Resistan Kolistin dari Sampel Usap Kloaka Broiler di Tujuh Provinsi di Indonesia</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Vol 29 tahun 2020</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bogor</subfield>
   <subfield code="b">BBPMSOH</subfield>
   <subfield code="c">2020</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">p. 1-14</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Penggunaan antibiotik yang intensif dalam upaya pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri dalam bidang peternakan berdampak pada munculnya bakteri resistan yang memberikan ancaman besar dalam kehidupan manusia dan hewan. Kolistin merupakan last drug choice bagi pengobatan infeksi multiresistan bakteri gram negatif pada manusia. Gen mcr-1 merupakan gen resistan kolistin yang mampu dipindahkan secara horizontal. Tujuan kajian ini adalah untuk mendapatkan data E. coli patogen dan non patogen, prevalensi E. coli resistan kolistin, dan deteksi gen mcr-1 pada E. coli resistan kolistin. Sampel yang diuji adalah 48 pool sampelusapkloaka ayam broiler yangdiambil dari peternakan broiler di Provinsi Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Isolasi E. coli menggunakan metode SNI 2897:2008, uji patogenesitas menggunakan uji congo red, uji kepekaan kolistin menggunakan metode agar dilution,dan deteksi gen resistan mcr-1 dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Hasil isolasi dari sampel poolusapkloaka diperoleh 159 isolat E. coli,sebanyak 69 isolat E. coli (43,40%) merupakan isolat patogen dan 90 isolat E. coli (56,60%) merupakan isolat non patogen. Prevalensi E. coli resistan kolistin adalah 21,38% (CI 95%; CL 15,73-28,39%) dan prevalensi E. coli resistan kolistin positifmcr-1 adalah 15,72% (CI 95%; CL 10,88-22,18%). Keterkaitan genotipikmcr-1 dan fenotipik E. coli resistan kolistin cukup tinggi, hal ini ditunjukkan 73,53% E. coli resistan kolistin memiliki gen mcr-1. Dua puluh isolat(28,90%) dari isolat E. colipatogen ternyata resistan terhadap kolistin. Empat belas isolat (15,60%) dari 90 isolat E. colinon patogen menunjukkan resistan terhadap kolistin. Keberadaan E. coli patogen resistan kolistin dan memiliki gen mcr-1 dapat menyebabkan infeksiakansemakin sulit diobati. E. coli non patogen resistan kolistin memiliki gen mcr-1dapat memberikan bahaya yang besar. Hal ini disebabkan, meskipun bakteri ini tidak menyebabkan infeksi tetapi mampu menyebarkan sifat resistansinya secara horizontal terhadap bakteri lain dan dapat menyebar ke manusia. Hasil kajian ini menunjukkan ancaman resistansi yang cukup serius mengingat prevalensi E. coli resistan kolistin dalam kajian ini masuk dalam kategori tinggi. Oleh sebab itu, pelarangan penggunaan kolistin pada hewan produksi merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi risiko peningkatan resistansi kolistin.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="0">
   <subfield code="a">Antibiotics -- Drug resistance -- Escherichia coli -- ISOLATION -- INDONESIA -- BROILER CHICKENS -- Genes</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
