01760 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020000600100082001000106084001600116100002800132245008800160250001100248260003900259300002700298650009300325520111500418990000901533INLIS00000000000185620260105011357 a0010-0126000021ta260105 g 0 ind  a- a363.3 a363.3 BUD a0 aBudiono Kusumohamidjojo1 aAsia tenggara dalam perspektif netralitas dan netralisme /cBudiono Kusumohamidjojo aCet. 1 aJakarta :bGramedia Jakarta,c1985 a105 p :bIlus ;c21 cm 4aAsia Tenggara, netralitas, netralisme, ASEAN, politik internasional, stabilitas kawasan. aAsia Tenggara merupakan kawasan strategis yang sejak lama menjadi arena persaingan kepentingan negara-negara besar, baik pada masa Perang Dingin maupun setelahnya. Dalam konteks tersebut, konsep netralitas dan netralisme muncul sebagai upaya negara-negara di kawasan ini untuk menjaga kedaulatan, stabilitas, dan keamanan regional tanpa terjebak dalam konflik blok kekuatan global. Melalui pembentukan ASEAN, negara-negara Asia Tenggara berupaya mengembangkan prinsip hidup berdampingan secara damai, tidak berpihak, serta penyelesaian masalah secara musyawarah dan diplomasi. Netralitas dipahami sebagai sikap tidak memihak secara formal dalam konflik internasional, sedangkan netralisme lebih bersifat kebijakan aktif untuk menghindari dominasi kekuatan besar sambil tetap menjalin kerja sama internasional. Buku ini mengkaji dinamika penerapan netralitas dan netralisme di Asia Tenggara, tantangan yang dihadapi, serta relevansinya dalam menjaga perdamaian, stabilitas politik, dan pembangunan kawasan. Kata kunci: Asia Tenggara, netralitas, netralisme, ASEAN, politik internasional, stabilitas kawasan. a2391