01642 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001400126100002000140245005600160250001100216260003800227300002600265650010000291520102400391990000901415INLIS00000000000185420260105125326 a0010-0126000019ta260105 g 0 ind  a979-489-105-3 a597 a597 AGU b0 aAgus Rochdianto1 aBudidaya ikan di jaring terapung /cAgus Rochdianto aCet. 9 aJakarta :bPenebar Swadaya,c2003 a98 p :bIlus ;c20 cm 4abudidaya ikan, jaring terapung, akuakultur, perairan umum, manajemen pakan, produksi perikanan. aBudidaya ikan di jaring terapung merupakan salah satu teknologi akuakultur yang memanfaatkan perairan umum seperti waduk, danau, sungai besar, maupun perairan laut yang tenang. Sistem ini dilakukan dengan memelihara ikan dalam jaring yang dipasang terapung dan ditambatkan agar tetap pada posisi tertentu. Keunggulan budidaya jaring terapung antara lain efisiensi penggunaan lahan, kemudahan pengelolaan, serta tingginya produktivitas hasil per satuan luas. Jenis ikan yang umum dibudidayakan antara lain ikan nila, mas, patin, lele, dan kerapu, tergantung karakteristik perairan. Keberhasilan budidaya ikan di jaring terapung ditentukan oleh pemilihan lokasi yang sesuai, kualitas benih, manajemen pakan, pengendalian penyakit, serta pengelolaan lingkungan perairan agar tetap lestari. Sistem ini berperan penting dalam mendukung peningkatan produksi perikanan, pendapatan masyarakat, dan ketahanan pangan. Kata kunci: budidaya ikan, jaring terapung, akuakultur, perairan umum, manajemen pakan, produksi perikanan. a2389